Selasa, 10 November 2015

STRATIFIKASI SOSIAL

A.    PENGERTIAN

            Stratifikasi Sosial berasal dari kata strata atau tingkatan. Stratifikasi Sosial adalah struktur dalam masyarakat yang membagi masyarakat ke dalam tingkatan-tingkatan. Ukuran yang dipakai bisa kekayaan, pendidikan, keturunan, atau kekuasaan. Ahli sosiologi, Max Weber menyebutkan bahwa kekuasaan, hak istimewa dan prestiselah yang menjadi dasar terciptanya stratifikasi sosial. Sedikit berbeda, Cuber menyebutkan bahwa hak-hak individual yang berbeda menjadi penyebab kemunculan stratifikasi sosial.
Hadirnya ketidaksamaan dalam hal jumlah harta, kekayaan, jenjang pendidikan, asal usual keturunan dan kekuasaan membuat manusia dapat disusun secara hirarkis/bertingkat. Ada yang berada di at as dan ada juga menempati posisi terbawah. Baik pada masyarakat modern maupun masyarakat traditional, keduanya memiliki system stratifikasi sosial yang unik.
Menurut sifatnya, stratifikasi sosial dibedakan atas :

a. Stratifikasi sosial tertutup

            Stratifikasi sosial yang tidak memungkinkan terjadinya perpindahan posisi atau yang disebut mobilitas sosial. Seseorang yang menjadi anggota dan berada pada lapisan terendah tidal mungkin untuk naik ke posisi yang lebih atas lagi. Ini biasanya terjadi pada system stratifikasi masyarakat traditional, seperti sistem kasta di India. Seorang dari kasta Sudra tidak dapat menjadi anggota kasta Brahmana dan sejenisnya. Sistem kasta yang ada di Indonesia (Bali) tidak seketat seperti yang ada di India.

b. Stratifikasi sosial terbuka

            Stratifikasi yang mengizinkan adanya mobilitas, baik naik ataupun turun. Biasanya stratifikasi sosial semacam ini tumbuh pada masyarakat modern. Misalnya, pembantu rumah tangga yang kemudian menjadi seorang pengusaha sukses.
Bentuk-bentuk mobilitas sosial :

1. Mobilitas sosial horizontal

            Pada mobilitas sosial horizontal, perpindahan yang terjadi tidak mengakibatkan berubahnya status dan kedudukan individu yang melakukan mobilitas. Contoh : Pak Kardi yang memutuskan untuk menjadi sopir bus dan kemudian menjadi sopir Angkot.

2. Mobilitas sosial vertikal

            Mobilitas yang terjadi mengakibatkan terjadinya perubahan status dan kedudukan individu. Mobilitas sosial vertikal terbagi menjadi :

 - Vertikal naik
            Individu menjadi naik status dan kedudukannya setelah menjalani mobilitas. Contohnya, seorang pengamen jalanan yang menjadi penyanyi rekaman.

- Vertikal turun
            Status dan kedudukan individu turun setelah terjadinya mobilitas tipe ini. Contohnya, seorang pengusaha sukses yang kemudian bangkrut dan menjadi narapidana.

3. Mobilitas antargenerasi

            Ini bisa terjadi apabila melibatkan dua orang (individu) yang berasal dari dua generasi yang berbeda. Contohnya, Tania anak seorang tukang becak di Medan kemudian sukses menjadi pengusaha di ibukota.

c. Stratifikasi sosial campuran

            Hal ini bisa terjadi jika stratifikasi sosial terbuka bertemu dengan stratifikasi sosial tertutup. Anggotanya kemudian menjadi anggota dua stratifikasi sekaligus, dan ia juga mesti menyesuaikan sistem stratifikasi sosial tertutup yang sudah lama dianutnya dengan stratifikasi sosial yang baru ia kenal.
Menurut dasar ukurannya, stratifikasi sosial dibagi menjadi :

a. Dasar ekonomi
            Berdasarkan status ekonomi yang dimilikinya, masyarakat dibagi menjadi :

1. Golongan Atas

            Termasuk golongan ini adalah orang-orang kaya, pengusaha, penguasa, atau orang yang  memiliki penghasilan yang besar.

2. Golongan Menengah

            Golongan menengah terdiri dari pegawai kantor, petani pemilik lahan dan pedagang.

3. Golongan Bawah

            Golongan yang berada dalam posisi terendah ini terdiri atas buruh tani.

b. Dasar pendidikan

            Stratifikasi sosial ini timbul sebagai akibat dari adanya perbedaan tingkat pendidikan masyarakat. Orang yang berpendidikan rendah menempati posisi terendah, berturut-turut hingga orang yang memiliki pendidikan tinggi.

c. Dasar kekuasaan

            Stratifikasi jenis ini berhubungan erat dengan wewenang atau kekuasaan yang dimiliki seseorang. Semakin besar wewenang atau kekuasaan seseorang, semakin tinggi strata sosialnya. Penggolongan yang paling jelas tentang stratifikasi sosial berdasarkan kekuasaan terlihat dalam dunia politik.

Dampak adanya stratifikasi sosial adalah sebagai berikut :
a. Dampak positif

            Stratifikasi sosial dapat berdampak positif. Orang yang berada pada lapisan bawah akan termotivasi dan terpacu semangatnya untuk bisa meningkatkan kualitas dirinya untuk kemudian mengadakan mobilitas naik ke strata yang lebih tinggi.

b. Dampak negatif

            Stratifikasi bisa berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari masyarkat. Contohnya terlihat pada kebiasaan berbusana kaum wanita. Kaum wanita kelas atas akan cenderung memakai karya perancang mode terkenal dari Paris, New York, London atau Roma.



B. SISTEM KASTA DI BALI

            Dalam agama Hindu, istilah Kasta disebut dengan Warna (Sanskerta:
वण; varṇa). Akar kata Warna berasal dari bahasa Sanskerta vrn yang berarti "memilih (sebuah kelompok)". Dalam ajaran agama Hindu, status seseorang didapat sesuai dengan pekerjaannya. Dalam konsep tersebut diuraikan bahwa meskipun seseorang lahir dalam keluarga Sudra (budak) ataupun Waisya (pedagang), apabila ia menekuni bidang kerohanian sehingga menjadi pendeta, maka ia berhak menyandang status Brahmana (rohaniwan). Jadi, status seseorang tidak didapat semenjak dia lahir melainkan didapat setelah ia menekuni suatu profesi atau ahli dalam suatu bidang tertentu.

            Dalam tradisi Hindu, Jika seseorang ahli dalam bidang kerohanian maka ia menyandang status Brāhmana. Jika seseorang ahli atau menekuni bidang administrasi pemerintahan ataupun menyandang gelar sebagai pegawai atau prajurit negara, maka ia menyandang status Ksatriya. Apabila seseorang ahli dalam perdagangan, pertanian, serta profesi lainnya yang berhubungan dengan niaga, uang dan harta benda, maka ia menyandang status Waisya. Apabila seseorang menekuni profesi sebagai pembantu dari ketiga status tersebut (Brahmana, Ksatriya, Waisya), maka ia menyandang gelar sebagai Sudra.
Brahmana merupakan golongan pendeta dan rohaniwan dalam suatu masyarakat, sehingga golongan tersebut merupakan golongan yang paling dihormati. Dalam ajaran Warna, Seseorang dikatakan menyandang gelar Brahmana karena keahliannya dalam bidang pengetahuan keagamaan. Jadi, status sebagai Brahmana tidak dapat diperoleh sejak lahir. Status Brahmana diperoleh dengan menekuni ajaran agama sampai seseorang layak dan diakui sebagai rohaniwan.  Ksatriya merupakan golongan para bangsawan yang menekuni bidang pemerintahan atau administrasi negara.

            Ksatriya juga merupakan golongan para kesatria ataupun para Raja yang ahli dalam bidang militer dan mahir menggunakan senjata. Kewajiban golongan Ksatriya adalah melindungi golongan Brahmana, Waisya, dan Sudra. Apabila golongan Ksatriya melakukan kewajibannya dengan baik, maka mereka mendapat balas jasa secara tidak langsung dari golongan Brāhmana, Waisya, dan Sudra.  Waisya merupakan golongan para pedagang, petani, nelayan, dan profesi lainnya yang termasuk bidang perniagaan atau pekerjaan yang menangani segala sesuatu yang bersifat material, seperti misalnya makanan, pakaian, harta benda, dan sebagainya. Kewajiban mereka adalah memenuhi kebutuhan pokok (sandang, pangan, papan) golongan Brahmana, Ksatriya, dan Sudra.

            Sudra merupakan golongan para pelayan yang membantu golongan Brāhmana, Kshatriya, dan Waisya agar pekerjaan mereka dapat terpenuhi. Dalam filsafat Hindu, tanpa adanya golongan Sudra, maka kewajiban ketiga kasta tidak dapat terwujud. Jadi dengan adanya golongan Sudra, maka ketiga kasta dapat melaksanakan kewajibannya secara seimbang dan saling memberikan kontribusi.  Sistem kerja Catur Warna menekan seseorang agar melaksanakan kewajibannya dengan sebaik-baiknya. Golongan Brahmana diwajibkan untuk memberi pengetahuan rohani kepada golongan Ksatriya, Waisya, dan Sudra. Golongan Ksatriya diwajibkan agar melindungi golongan Brahmana, Waisya, dan Sudra. Golongan Waisya diwajibkan untuk memenuhi kebutuhan material golongan Brahmana, Ksatriya, dan Sudra. Sedangkan golongan Sudra diwajibkan untuk membantu golongan Brahmana, Ksatriya, dan Waisya agar kewajiban mereka dapat dipenuhi dengan lebih baik.
Keempat golongan tersebut (Brahmana, Ksatriya, Waisya, Sudra) saling membantu dan saling memenuhi jika mereka mampu melaksanakan kewajibannya dengan baik. Dalam sistem Caturwarna, ketentuan mengenai hak tidak diuraikan karena hak diperoleh secara otomatis. Hak tidak akan dapat diperoleh apabila keempat golongan tidak dapat bekerja sama.

BAHASA

            Anggota dari empat kasta menggunakan berbagai dialek bahasa bali untuk berkomunikasi dengan orang-orang dari kasta yang berbeda. Bahasa Bali Madya umumnya digunakan untuk berbicara dengan orang-orang yang kastanya belum diketahui, untuk menghindari kemungkinan ketidak hormatan ketika berbicara.
Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional, seperti yang sudah dikenal Bahasa Indonesia banyak diajarkan di sekolah-sekolah, dapat menyederhanakan komunikasi ke tingkatan kasta namun jika berbicara berbahasa Bali maka dialek yang benar harus digunakan untuk setiap kasta yang berbeda.




NAMA

            Setiap kasta memiliki nama yang unik, dan kadang juga membingungkan dimana anak laki-laki dan perempuan menggunakan nama yang sama. Untuk membedakannya antara pria dan wanita dengan nama yang sama, anak laki-laki akan menggunakan kata "i" sebelum nama mereka dan anak perempuan mereka menggunakan kata "Ni" sebelum nama mereka.

a. Brahmana (Pendeta)

            Ini merupakan kasta para pemuka agama dan orang suci yang melakukan upacara keagamaan yang sangat penting.
Ida Bagus - untuk anak laki-laki
Ida Ayu or Dayu - untuk anak perempuan

b. Ksatria (penguasa / ksatria)

            Anggota kasta ini mencangkup beberapa bangsawan dan raja (contohnya. Anggota keluarga kerajaan)
Anak Agung, Agung, Dewa - untuk anak laki-laki
Anak Agung, Agung, Dewi, Dewayu - untuk anak perempuan
Cokorda, Dewa Agung untuk anggota kerajaan yang berkuasa.
Kasta Ksatria juga memiliki nama tengah sebagai berikut :
Raka - saudara perempuan/lakui-laki tertua
Oka - bungsu
Rai - saudara perempuan/laki-laki termuda
Anom - perempuan muda
Ngurah - seseorang yang berwenang

c. Wesia (pedagang)

Gusti (tuan) - untuk laki-laki dan perempuan
Dewa - untuk laki-laki
Desak - untuk perempuan

d. Sudra (petani)

            Merupakan populasi paling banyak (lebih dari 90%) di Bali memiliki kasta ini
Wayan, Putu, Gede -  anak pertama laki-laki
Wayan, Putu, Iluh -  anak pertama perempuan
Made, Kadek, Nengah - anak kedua untuk laki-laki dan perempuan
Nyoman, Komang - anak ketiga untuk laki-laki dan perempuan
Ketut - anak keempat untuk laki-laki dan perempuan


Sumber :

Ketut Wiana dan Raka Santeri, Kasta dalam Hindu – kesalahpahaman selama berabadabad. Penerbit: Yayasan Dharma Naradha. ISBN 979-8357-03-5

I Gusti Agung Oka, Slokantara. Penerbit: Hanumān Sakti, Jakarta.


Rabu, 21 Oktober 2015

HUKUM

ILMU SOSIAL DASAR

A. Pengertian Hukum

Hukum adalah sebuah instrumen untuk mengarahkan manusia didalam hal-hal yang dapat memenuhi kebutuhan bersama dan yang umum bagi mereka. Di semua masyarakat manusia yang kita ketahui, terdapat aturan,aturan yang memandu anggota-anggota menuju tujuan bersama ini. Sebuah model hukum, agar bisa ungsional, harus memiliki relevansi dengan data seperti itu. A harus dapat diaplikasikan ke semua sistem yang diketahui tentang tatanan yang diatur, dan harus mampu menginterpretasikan aturan-aturan ini, yang tertulis dan tidak untuk mengacu kepada sistem lain diseluruh dunia.

B. Ciri-Ciri Hukum

Agar dapat mengenal hukum lebih jelas maka kita perlu ciri dan sifat nya dari hukum itu sendiri.
Ciri hukum adalah :
- Adanya perintah atau larangan
- Peritah atau larangan itu harus dipatuhi setiap orang.
Agar tata tertib dalam masyarakat dapat dilaksanakan dan tetap terpelihara dengan baik perlu peraturan yang mengatur dan memaksa tata tertib itu untuk ditaati yang disebutkan hukum. Dan kepada barang siapa yang melanggar baiak disengaja atau tidak dapat dikenakan sangsi yang berupa hukuman.
Akan tetapi ternyata tidak setiap orang mau menaati kaidah hkum tesebut, oleh karena itu agar peraturan hidup itu benar-benar dilaksanakan dan ditaati, maka perlu dilengkapi dengan unsur memaksa. Dengan demikian hukum mempunyai sifat mengatur dan memaksa orang untuk menaati serta dapat memberikan sangsi tegas terhadap setiap orang yang tidak mau mematuhinya.

C. Macam-Macam Hukum

Setelah kita tau apa arti hukum itu, maka kita lalu ingin mengetahui lebih lanjut, dari mana sebenrnya asal hukum itu. Sumber hukum itu ada 3 macam, yaitu :
- Undang-undang negara, termasuk juga peraturan-peraturan pemerintah  dan peraturan-peraturan pemerintah daerah.
- Kebiasaan, yakni suatu kebiasaan tertentu yang dituruti manusia dalam pergaulan hidupnya sehari-hari, sehingga tindakan yang beralawanan dengan kebiasaan itu dirasakan sebagai perkosaan perasaan hukum.
- Traktat, yaitu suatu perjanjian atara dua negara atau lebih.
Hukum yang berasal dari undang-undang itu dinamakan “hukum tertulis”. Sedangkan hukum yang di timbulkan dari kebiasaan-kebiasaan disebut “hukum tak tertulis”.
Oleh karena jumlah-jumlah peraturan lambat laun makin banyak, maka peraturan-peraturan itu lalu dikumpulkan dan diatur menurut golongan masing-masing. Himpunan demikian dinamakan “kondifikasi”, yang berarti pegumpulan secara lengkap dan sistematis dalam suatu kitab undang-undang.
Hukum itu seluruhnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Hukum publik atau hukum umum, ialah hukum yang mengatur kepentingan-kepentingan dan pertentangan-perentangan kepentingan yang bersifat umum.
2. Hukum sipil atau hukum privat, ialah hukum yang mengatur kepentingan-kepentingan dan pertentangan-pertentangan kepentingan yang bersifat pribadi.

Yang termasuk hukum publik yaitu :
1. Hukum tata negara, ialah hukum yang mengatur tentang bentuk negara dan organisasi pemerintahannya.
2. Hukum pidana, ialah hukum yang mengatur hal-hal yang dapat dihukum dan hukuman-hukuman yang bertalian dengan itu.
3. Hukum acara pidana, ialah hukum yang mengatur cara-cara melaksankan hukum pidana.
4. Hukum internasional, ialah hukum yang mengatur han dan kewajiban yang timbul karena perhubungan antarnegara.

Adapun yang termasuk hukum sipil yaitu :
1. Hukum perdata, ialah hukum yang mengatur hubungan hukum antara orang-orang satu sama lain tentang hak-hak dan kewajiban-kewajiban mereka terhadap masing-masing dan terhadap suatu benda.
2. Hukum acara perdata, ialah hukum yang mengatur cara-cara melaksanakan hukum perdata.
3. Hukum dagang, ialah hukm yang mengatur tentang hal-hal yang bersangkt-paut dengan perdagangan, perusahaan perekonomian dan sebagainya.

Sumber :
Davitt Thomas E, Nilai-Nilai Dasar Di Dalam Hukum, pallmal yogyakarta,  mei, 2012
H. Hartomo, Drs dan Arnicun Aziz, Dra, MKDU ISD, bumi aksara, Desember, 1990
Harwabtiyoko dan Katuuk, Neltje F., MKDU ISD, Gunadarma,


Nama : Ika Ambarsari
Kelas  : 2SA10
Npm   : 15614124

Senin, 12 Oktober 2015

INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT



ILMU SOSIAL DASAR
A.    Pertumbuhan Individu

1.      Pengertian Individu
Individu berasal dari kata yunani yaitu “individium” yang artinya “tidak terbagi”. Dalam ilmu sosial paham individu, menyangkut tabiat dengan kehidupan dan jiwa yang majemuk,  yang memegang peranan dalam pergaulan hidup manusia. Individu merupakan kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan bukan sebagai manusia keseluruhan. Maka dapat disimpulkan bahwa individu adalah manusia yang memiliki peranan khas atau spesifik dalam kepribadiannya. Dan terdapat tiga aspek dalam individu yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis rohaniah, dan aspek sosial. Dimana aspek aspek tersebut saling berhubungan. Apabila salah satu rusak maka akan merusak aspek lainnya.
Individu mempunyai ciri-ciri memiliki suatu pikiran dan diri. Dimana individu sanggup menetapkan kenyataan, interprestasi situasi, menetapkan aksi dari luar dan dalam dirinya. Dapat diartikan sebagai proses komunikasi individu dalam berinteraksi dan berhubungan. Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu masyarakat yang menjadi latar individu tersebut ditandai dengan dimana individu tersebut berusaha menempatkan perilaku pada dirinya sesuai dengan norma dan kebudayaan lingkungan tersebut , seperti di Indonesia individunya menjunjung tinggi perilaku sopan santun dan beretika dalam bersosialisasi.
Individu dalam bertingkah laku menurut pola pibadi ada tiga kemungkinan : menyimpan dari norma kolektif kehilangan individualitas atau pahlawan atau pengacau. Mencari titik optimum antara dua pola tingkah laku (sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat ) dalam situasi yang senantiasa memberi konotasi “matang” atau “dewasa” dalam konteks sosial sebelum “baik” atau “tidak baik” pegaruh individu terhadap masyarakat adalah relatif.
2.      Pengertian Pertumbuhan
Pertumbuhan dapat diartikan sebagai perubahan kuantitatif pada materil sesuatu sebagai akibat dari adanya pengaruh lingkungan. Perubahan kuantitatif ini dapat berupa pembesaran atau pertambahan dari tidak ada menjadi tidak ada, dari kecil menjadi besar dari sedikit menjadi banyak, dari sempit menjadi luas, dan lain-lain.
Pertumbuhan adalah suatu proses bertambahnya jumlah sel tubuh suatu organisme yang disertai dengan pertambahan ukuran, berat, serta tinggi yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali pada keadaan semula). Pertumbuhan lebih bersifat kuantitatif, dimana suatu organisme yang dulunya kecil menjadi lebih besar seiring dengan pertambahan waktu.
Perkembangan adalah suatu proses differensiasi, organogenesis dan diakhiri dengan terbentuknya individu baru yang lebih lengkap dan dewasa. Perkembangan lebih bersifat kualitatif, dimana suatu organism yang sebelumnya masih belum matang dalam sistem reproduksinya (dewasa), menjadi lebih dewasa dan matang dalam sistem reproduksinya sehingga dapat melakukan perkembangbiakan.
3.      Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan

*      Pendirian nativistik (biologis)
Semua manusia normal dan sehat pasti memiliki anggota tubuh yang utuh seperti kepala, tangan, kaki, dan lainya. Hal ini dapat menjelaskan bahwa beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku. Namun ada warisan biologis yang bersifat khusus. Artinya, setiap individu tidak semua ada yang memiliki karakteristik fisik yang sama.
*      Pendrian empiristik dan environmentalistik (geografis)
Pendirian ini berlawanan dengan pendapat nativistik. Para ahli berpendapat bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantungpada lingkungan sedangkan dasar tidak berperan sama sekali.
Setiap lingkungan fisik yang baik akan membawa kebaikan pula pada penghuninya. Sehingga menyebabkan hubungan antar individu bisa berjalan dengan baik dan menimbulkan kepribadian setiap individu yang baik juga. Namun jika lingkungan fisiknya kurang baik dan tidak adanya hubungan baik dengan individu yang lain, maka akan tercipta suatu keadaan yang tidak baik pula.
*      Pendirian konvergensi dan interaksionisme
Kebanyakan para ahli mengikuti pendirian konvergensi dengan modifikasi seperluya. Suatu modifikasi yang terkenal yang sering dianggap sebagai perkembangan lebih jauh konsepsi konvergensiialah konsepsi interaksionisme yang berpandangan dinamis yang menyatakan bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu. Nampak lain dengan konsepsi konvergensi yang berpandangan oleh dasar (bakat) dan lingkungan.

B.    Fungsi Keluarga

1.      Pengertian Fungsi Keluarga
Keluarga adalah lembaga sosial dasar dari mana semua lembaga atau pranata sosial lainnya berkembang. Di masyarakat mana pun di dunia, keluarga merupakan kebutuhan manusia yang universal dan menjadi pusat terpenting dari kegiatan dalam kehidupan individu.
Dalam kehidupan keluarga sering kita jumpai adanya pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan suatu pekerjaan atau tugas yang harus dilakukan itu biasa disebut fungsi. Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu.

2.      Macam-macam Fungsi Keluarga
Pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh keluarga itu dapat digolongkan/dirinci kedalam beberapa fungsi, yaitu :
-          Fungsi biologis
-          Fungsi pemeliharaan
-          Fungsi ekonomi
-          Fungsi keagamaan
-          Fungsi sosial
·         Fungsi Biologis
Fungsi ini diharapkan agar keluarga dapat menyelenggarakan persiapan-persiapan perkawinan bagi anak-anaknya. Karena dengan perkawinan akan terjadi proses kelangsungan keturunan. Dan setiap manusia pada hakikatnya terdapat semacam tuntutan biologis bagi kelangsungan hidup keturunannya melalui perkawinan.
Dan dengan persiapan yang cukup matang ini dapat mewujudkan suatu bentuk kehidupan rumah tangga yang baik da harmonis. Kebaikan rumah tangga ini dapat membawa  pengaruh yang baik pula bag kehidupan bermasyarakat.
·         Fungsi Pemeliharaan
Keluarga diwajibkan berusaha agar setiap anggota keluarga dapat terlindungi dari ganguan-ganguan sebagai berikut :
-          Ganguan udara yang tidak bagus untuk dihirup dan berusaha menyediakan rumah yang nyaman di tempati
-          Ganguan penyakit yang berbahaya berusaha menyediakan obat-obatan
-          Ganguan bahaya berusaha menyediakan senjata dan lain-lain.
Jika dalam keluarga fungsi ini telah dijalankan dengan baik tentu akan membantu terpeliharanya keamaan dalam masyarakat pula sehingga akan terwujud satu masyarakat yang elepas/terhindar dari segala gangguan dan para bahaya.
·         Fungsi Ekonomi
Urusan-urusan pokok untuk mendapatkan suatu kehidupan dilaksanakan keluarga sebagai unit-unit produksi yang seringkali dengan mengadakan pembagian kerja di antara anggota-anggotanya. Jadi, keluarga bertindak sebagai unit yang terkoordinir dalam produksi ekonomi. Ini dapat menimbulkan adanya industri-industri rumah dimana semua anggota keluarga terlibat di dalam kegiatan pekerjaan atau mata pencaharian yang sama.
Dengan adanya fungsi ekonomi maka hubungan di antara anggota keluarga bukan hanya sekadar hubungan yang dilandasi kepentingan untuk melanjutkan keturunan, akan tetapi juga memandang keluarga sebagai sistem hubungan kerja. Suami tidak hanya sebagai kepala rumah tangga, tetapi juga sebagai kepala dalam bekerja. Jadi, hubungan suami-istri dan anak-anak dapat dipandang sebagai teman sekerja yang sedikit, banyak juga dipengaruhi oleh kepentingan-kepentingan dalam kerja sama. Fungsi ini jarang sekali terlihat pada keluarga di kota dan bahkan fungsi ini dapat dikatakan berkurang atau hilang sama sekali.
·         Fungsi Keagamaan
Di negara indonesia yang berideologi pancasila ini berkewajiban pada setiap warganya (rakyat) untuk menghayati, mendalami dan mengamalkan pacasila di dalam perilaku dn kehidupan kelarganya sehingga benar-benar dapat diamalkan p4 ini dalam kehidupan keluarga yang pancasila.
Dengan dasar pedoman ini keluarga diwajibkan untuk menjalani dan mendalami dan mengenalakn ajaran-ajaran agama dalam pelakaunnya sebagai manusia yang taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
·         Fungsi Sosial
Fungsi ini untuk mendidik anak mulai dari awal sampai pertumbuhan anak hingga terbentuk personalitynya. Anak-anak lahir tanpa bekal sosial, agar si anak dapat berpartisipasi maka harus disosialisasi oleh orang tuanya tentang nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Jadi, dengan kata lain, anak-anak harus belajar norma-norma mengenai apa yang senyatanya baik dan tidak layak dalam masyarakat. Berdasarkan hal ini, maka anak-anak harus memperoleh standar tentang nilai-nilai apa yang diperbolehkan dan tidak, apa yang baik, yang indah, yang patut, dsb. Mereka harus dapat berkomunikasi dengan anggota masyarakat lainnya dengan menguasai sarana-sarananya.

C.     HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT

1.      Makna Individu
Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh, suatu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Ayah merupakan individu dalam kelompok sosial tersebut, yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil.Pada dasarnya, setiap individu memiliki ciri-ciri yang berbeda. Individu yang saling bergabung akan membentuk kelompok atau masyarakat. Individu tersebut akan memiliki karakteristik yang sama dengan kelompok dimana dirinya bergabung.
2.      Makna Keluarga
Keluarga dengan berbagai fungsi yang dijalankan adalah sebagai wahana dimana seorang individu mengalami proses sosialisasi yang pertama kali, sangat penting artinya dalam mengarahkan terbentuknya individu menjadi seorang yang berpribadi. Sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat, keluarga mempunyai korelasi fungsional dengan masyarakat tertentu, oleh karena itu dalam proses pengembangan individu menjadi seorang yang berpribadi hendaknya diarahkan sesuai dengan struktur masyarakat yang ada, sehingga seorang individu  menjadi seorang yang dewasa dalam arti mampu mengendalikan diri dan melakukan hubungan-hubungan sosial di dalam masyarakat yang cukup majemuk
3.      Makna  Masyarakat
Masyarakat adalah kelompok manusia yang saling berinteraksi yang memiliki prasarana untuk kegiatan tersebut dan adanya saling keterikatan untuk mencapai tujuan bersama. Masyarakat adalah tempat kita bisa melihat dengan jelas proyeksi individu sebagai bagian keluarga, keluarga sebagai tempat terprosesnya, dan masyarakat adalah tempat kita melihat hasil dari proyeksi tersebut.
Individu yang berada dalam masyarakat tertentu berarti ia berada pada suatu konteks budaya tertentu. Pada tahap inilah arti keunikan individu itu menjadi jelas dan bermakna, artinya akan dengan mudah dirumuskan gejala-gejalanya. Karena di sini akan terlibat individu sebagai perwujudan dirinya sendiri dan merupakan makhluk sosial sebagai perwujudan anggota kelompok  atau anggota masyarakat.
v  Hubungan Antara Individu, Keluarga, dan Masyarakat
Aspek individu, keluarga, masyarakat adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Yakni, tidak akan pernah ada keluarga dan masyarakat apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya serta menumbuhkembangkan perilakunya. Karena tak dapat dipungkiri bahwa perilaku sosial suatu individu tersebut bergantung dari keluarga dan masyarakat disekitarnya. Keluarga sebagai lingkungan pertama seorang individu memiliki peran paling besar dalam pembentukan sikap suatu individu, sedang masyarakat merupakan media sosialisasi seorang individu dalam menyampaikan ekspresinya secara lebih luas. Sehingga dapat menjadi suatu tolak ukur apakah sikapnya benar atau salah dalam suatu masyarakat tersebut.


sumber :

Abu Ahmadi, Drs, ILMU SOSIAL DASAR, Rineka cipta, juli 1991.

H. Hartomo, Drs dab Arnicum Azis, Dra, MKDU ISD, Bumi Aksara, Desember, 1990.


Nama  : Ika Ambarsari
Kelas  :  2SA10
NPM   : 15614124

Senin, 13 Oktober 2014

The Power Of Words

"Change your words, Change your worlds"


this video tell us about an important things about how to make someone more impress at words. 
            we can see the difference words from the first message (words) and a second message, the first message is "I'M BLIND, PLEASE HELP ME" the words impresson its more force people to give him money so that words not help him at all.
               we can see at the second words "ITS A BEAUTIFUL DAY, AND I CAN'T SEE IT" i know if you there you'll do the same thing like other people to give him money. because how money that we give its not really valuableworth for us, but its worth for him. so, it mean the words its make people touch, have a meaningful and insinuate people that he want to be like other people who can see the world, do what ever they want while he can't.
            so, becareful about using your words, think twice before use it. cause it will change your world and other people worlds, thank's 

Insurance Ad



Thai Insurance 


Why think about insurance products effective if associated with a story line like a video, change your words, change your world?
Answer : because it is usually of little things or unexpected events that go faster Thoughts and consciousness. such as insurance ad was faster ourselves aware of the importance we have insurance in case of an accident if one day even death.

Minggu, 05 Oktober 2014

10 slogan

1. coca-cola
(it's the real thing)



The target audience from this slogan is for everyone if they drink coca-cola it's the real thing.

2. Nikon 
(i am endeless possibilities)


 The target audience from this slogan is for everyone use nikon, you can do anything and learn all techniques of shooting with nikon.

3. Lays
(happiness is simple)


The target audience from this slogan is for everyone must try eat and buy lays frito lay happiness is simple it will good gets better with lays frito lay don't eat the others snack product.

 4. Biore 
(Free Your Porse)

The targeted of this product is for women who have problems with their skin. Because this product is the root of all skin problems — by stripping weekly and cleansing daily. This products come in liquid, foam, scrub, and strip forms to keep the women's skin clean and healthy.

5. strarbucks coffe
(the best coffe for the best you)



the target its for audience who want to enjoy their life with a coffe, cause its a coffe product and cafe.

6. maybelline
(maybelline she,s born with it. maybe it's maybelline)


the target for this product is for woman, cause ths's a cosmetic product to attaracted for woman.

7. wardah
(inspiring beauty)


The target of this product is for all the women who want to look beautiful with the natural makeup. Wardah products are made with only premium all natural, halal and safe ingredients. In each process, Wardah cosmetics and skin care products are made using modern and advanced technology under the meticulous supervision of its vastly experienced pharmacist and dermatologist. Wardah so safe for women of all skin types.

8. chevrolet
(find new roads)


The Targeted audience for Chevrolet's slogan is for all the automotive lovers. because Chevrolet always create a dream car for everyone, with designs and luxurious appearance, and with a very good performance.

9. garuda indonesia
(The Airlanes Of Indonesia)


The targeted audience for this slogan of Garuda Indonesia is for everyone because the airline operates flights to a number of destinitions in Southeast Asia, East Asia, The Middle East, Europe, America and Australia.

10. close up
(The Closer the Better)


The target this product is for everyone. who wants to have a white teeth and healthier. This toothpaste give impact fresh breath and white teeth, with a unique new flavors: Choco-loko, Tangerine Burst, and Lychee. First gel toothpaste in the world. The Fouride in Close Up called monofluorophospate, makes the entire tooth structure more resistant to delay. It also strengthens teeth, which aids in repairing early delay before the damage can even be seen.